Selasa, 01 April 2014

MDI

MENGELOLA DATA/INFORMASI
 DI TEMPAT KERJA
A.     Menganilis Informasi
A .Pengertian Informasi
informasi adalah data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan dapat berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat dan informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya dan informasi juga data yang telah diolah  dan dianalisa secara formal, dengan cara yang benar dan secara efektif, sehingga hasilnya bisa bermanfaat dalam operasional dana manajemen.
1.     Jenis – Jenis Data
-          Data Kualitatif : data kualitatif adalah data yang tidak berbentuk angka, misalnya: Kuesioner Pertanyaan tentang suasana kerja, kualitas pelayanan sebuah rumah sakit atau gaya kepemimpinan, dll.
-          Data Kuantitatif : data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka, misalnya: harga saham, besarnya pendapatan, dll.
2.     Sumber-sumber data
-          Data Internal: data intenal adalah data dari dalam suatu organisasi yang menggambarkan keadaan organisasi tersebut. Contohnya: suatu perusahaan, jumlah karyawannya, jumlah modalnya, atau jumlah produksinya, dll.
-          Data Eksternal : data eksternal adalah data dari luar suatu organisasi yang dapat menggambarkan faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi hasil kerja suatu organisasi. Misalnya: daya beli masyarakat mempengaruhi hasil penjualan suatu perusahaan.
Pengertian Informasi dari beberapa sumber :
# JONER HASUGIAN
Informasi adalah sebuah konsep yang universal dalam jumlah muatan yang besar, meliputi banyak hal dalam ruang lingkupnya masing-masing dan terekam pada sejumlah  media


# KENNETH C. LAUDON
Informasi adalah data yang sudah dibentuk ke dalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia


# ANTON M. MOELIONO
Informasi adalah penerangan, keterangan, pemberitahuan, kabar atau berita. Informasi juga merupakan keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian analisis atau kesimpulan


# GORDON B. DAVIS
Informasi adalah data yang telah dirposes/diolah ke dalam bentuk yang sangat berarti untuk penerimanya dan merupakan nilai yang sesungguhnya atau dipahami dalam tindakan atau keputusan yang sekarang atau nantinya


# ROBERT G. MURDICK
Informasi terdiri atas data yang telah didapatkan, diolah/diproses, atau sebaliknya yang digunakan untuk tujuan penjelasan/penerangan, uraian, atau sebagai sebuah dasar untuk pembuatan ramalan atau pembuatan keputusan


# KUSRINI
Informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ni atau mendukung sumber informasi


# DAVIS
Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendatang


# MC LEOD
Infomasi adalah data yang telah diproses atau data yang memiliki arti


# FIRMANZAH
Informasi adalah data dan angka yang sudah diberi makna dan nilai


# JEREMY POPE
Informasi adalah kekuasaan. Semakin banyak orang memiliki informasi, pembagian kekuasaan akan semakin luas
3.     Peranan Informasi dalam Kualitas Produk
a.       Dimensi – Dimensi Kualitas Produk Dan Jasa Di Bawah Ini
1. Kinerja Produk – Performance
Berkaitan dengan aspek fungsional suatu barang dan merupakan karakteristik utama yang dipertimbangkan
pelanggan dalam membeli barang tersebut.
2. Ciri-ciri Produk – Features
Merupakan aspek performansi yang berguna untuk menambah fungsi dasar, berkaitan dengan pilihan-pilihan produk dan pengembangannya.
3. Kehandalan – Reliability
Berkaitan dengan probabilitas atau kemungkinan suatu barang berhasil menjalankan fungsinya setiap
kali digunakan dalam periode waktu tertentu dan dalam kondisi tertentu pula.
4. Kesesuaian Produk – Conformance
Berkaitan dengan tingkat kesesuaian terhadap spesifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan keinginan pelanggan. Konfirmasi merefleksikan derajat ketepatan antara karakteristik desain produk dengan karakteristik kualitas standar yang telah ditetapkan.
5. Daya Tahan Produk – Durability
Merupakan refleksi umur ekonomis berupa ukuran daya tahan atau masa pakai barang.
6. Pelayanan Purna Jual – Serviceability
Karakteristik yang berkaitan dengan kecepatan, kompetensi, kemudahan, dan akurasi dalam memberikan layanan untuk perbaikan barang.
7. Estetika – Aesthetics
Merupakan karakteristik yang bersifat subyektif mengenai nilai-nilai estitika yang berkaitan dengan pertimbangan pribadi dan refleksi dari preferensi individual.
8. Kemantapan – Fit and finish
Bersifat subyektif, berkaitan dengan perasaan pelanggan mengenai keberadaan produk tersebut sebagai produk yang berkualitas
b.      5 dimensi kualitas jasa, yaitu:
Reliability: kemampuan untuk memberikan jasa dengan segera dan memuaskan.
Responsiveness: kemampuan untuk memberikan jasa dengan tanggap.
Assurance: kemampuan, kesopanan, dan sifat dapat dipercaya yang dimiliki oleh para staf, bebas dari bahaya, resiko dan keragu-raguan.
Emphaty: kemudahan dalam melakukan hubungan komunikasi yang baik dan memahami kebutuhan pelanggan.
Tangibles: fasilitas fisik, perlengkapan, pegawai dan sarana komunikasi.

Penggandaan Komputer

PENGGANDAAN DOKUMEN
       A.     Menentukan Jenis-Jenis Alat/Mesin
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Balai Pustaka, ditulis arti kata penggandaan, yakni : proses, cara, perbuatan menggandakan. Jadi kata menggandakan dapat diartikan, usaha memperbanyak atau melipatkan beberapa kali dokumen. Dapat diartikan pula penggandaan dokumen, berarti suatu perbuatan menggandakan atau memperbanyak dokumen sesuai kebutuhan dengan menggunakan alat pengganda. Adapun pekerjaan yang dapat digandakan atau diperbanyak, antara lain : memperbanyak naskah atau dokumen sebagai bahan suatu pekerjaan, misalnya : memperbanyak undangan, memperbanyak bahan materi rapat dan sebagainya
Dokumen adalah sebuah objek yang menyajikan informasi, merupakan wahana wadah pengetahuan dan ingatan manusia, karena dalam dokumen disimpan pengetahuan yang diperoleh manusia serta segala sesuatu yang di ingat manusia dengan tidak memandang media maupun bentuknya .
karakteristik dokumen dapat digolongkan menjadi dua kelompok besar. Yaitu :
 Berdasarkan ciri fisik, mencakup tinggi, berat, tata letak, proses pembuatan, frekuensi waktu, segi bentuk tekstual dan non tekstual .
 Berdasarkan ciri intelektual.Ciri intelektual menggunakan criteria  seperti tujuan dokumen, isi, subyek, jenis kepengarangan, sumber, metode penyebaran,dan keaslian karya.
Jenis –Jenis Dokumen
Jenis Dokumen dari segi pemakaiannya : 
Dokumen Pribadi, yaitu surat-surat penting yang kegunaanya untuk kepentingan pribadi. Contohnya : Surat Nikah, Akte kelahiran, Ijazah KTP dan lain-lain
Dokumen Niaga, yaitu surat-surat berharga yang kegunaanya untuk bukti dalam melakujkan transaksi jual beli. Contohnya : Faktur, Surat Pengantar, Packing List, Wessel dan lain-lain. 
Dokumen Pemerintah, yaitu surat penting yang digunakan sebagai bahan bukti dalam kegiatan pemerintahan. Contohnya : RAPBN, Undang-Undang, Peraturan Daerah, Kepres dan lain-lain.
Dokumen Sejarah, yaitu surat-surat atau catatan penting sebagai alat pembuktian peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Contohnya : Teks Proklamasi, Sumpah Pemuda, Pancasila dan lain-lain.
Jenis Dokumen dari segi fungsinya :
Dokumen dinamis, yaitu dokumen yang dipergunakan secara
langsung dalam proses kerja kantor. Dokumen dinamis dibagi lagi menjadi tiga
jenis, yaitu :
Dokumen dinamis
aktif
, yaitu dokumen yang dipakai secara terus menerus dalam proses
penyelenggaraan kerja kantor.
Dokumen semi aktif,
yaitu dokumen yang penggunaanya sudah menurun dari sebelumnya. 
Dokumen Inaktif,
yaitu dokumen yang sudah jarang sekali digunakan. 
Dokumen Statis, yaitu dokumen yang tidak secara langsung di
gunakan dalam proses pekerjaan kantor.
Jenis-Jenis Dokumen dari segi ruang lingkupnya :
Dokumen Korporal, yaitu dokumen yang dipakai secara terus-menerus dalam proses penyelenggaraan pekerjaan kantor.
Dokumen Riteral, yaitu dokumen yang ditulis, direkam, dicetak dan di gambarkan.
Dokumen Privat, yaitu dokumen yang berupa surat-surat atau arsip
A.       Jenis-jenis alat pengganda dokumen

Pekerjaan perkantoran dizaman sekarang lebih efektif dan efisien karena terbantu dengan adanya alat – alat perkantoran antara lain komputer, foto copy, scanner, mesin cetak, duplicator offset – litho, printer, OHP.
Penduplikasian atau penggandaan berfungsi untuk menghasilkan surat edaran, daftar harga, laporan, formulir kantor dan sebagainya.
    Di bawah ini akan dibahas satu per satu dari masing-masing mesin pengganda dokumen/surat.
1.    Duplikator hektografik dengan alkohol
Duplikator dengan alkohol akan mereproduksi ketikan, tulisan tangan atau gambar dalam pelbagai warna. Mesin ini mampu mereproduksi beberapa warna sekali jalan. Komninasi warna dimungkinkan pada satu salinan master dengan proses sederhana penulisan atau pengetikan di atas kertas karbon berwarna yang berlainan secara bergantian.
Mesin ini mampu menggandakan 100 hingga 250 salinan. Master dapat diangkat dari mesin dan disimpan, sehingga pencetakan dalam jumlah sedikir dapat dilakukan beberapa kali. Penggantian masker dimungkinkan di antara pemakaian. Tata letak master yang sesuai memungkinkan untuk mencetak informasi yang sama, atau yang berbeda sebagian, pada formulir dengan ukuran yang bervariasi, seperti misalnya faktur, surat tanda penyerahan barang dan surat pesanan. Dengan kertas khusus yang disela lembaran kertas karbon hektografik, master dapat disiapkan sebagai keluaran komputer.
Mesin duplikator dengan alkohol ini terutama cocok untuk menggandakan dokumen berjumlah 10 lembar ke atas.
2.    Duplikator stensil
    Mesin stensil tidak lain adalah mesin penghasil dokumen terbentuk lembaran dalam jumlah banyak dengan menggunakan pembantu “kertas master” yang disebut dengan stensil sheet atau sit stensil. Bila dua warna atau lebih diperlukan pada salinan akhir, stensil yang terpisah harus dibuat dan penduplikasian yang terpisah harus dijalankan untuk setiap warna.
    Duplikator stensil mampu menghasilkan salinan hingga 4000 lembar. Stensil dapat disimpan dan digunakan kembali bila ditangani dengan baik.
Duplikator stensil kerap dibatasi untuk memproduksi salinan pada kertas isap yang agak tebal. Model kertas ini cocok untuk jenis laporan, spesifikasi, daftar harga, tetapi krang cocok untuk catalog dan formulir.
    Kita mengenal ada 2 macam mesin stensil, yaitu mesin stensil manual dan mesi stensil listrik. Terdapat pula model dengan bantalan datar, yang merupakan jenis duplikator stensil termurah dan memadai bila volume kerja yang harus dilakukan sedikit.
a)    Mesin stensil manual
Mesin stensil manual yaitu mesin stensil yang cara kerjanya digerakkan dengan mempergunakan tangan (engkol).
Secara umum, mesin stensil manual memiliki ciri-ciri antara lain:
•    Digerakkan dengan tenaga manusia
•    Komponen dan cara kerja mesinnya mekanis
•    Tinta yang digunakan adalah tinta berwarna hitam
•    Sheet yang digunakan bisa sheet stensil, sheet scanner atau stencil cutter sebagai sheet master.
•    Ukuran kertas maksimum ialah folio (8,5 inci x 13 inci)
b)    Mesin stensil listrik
Berfungsi sama seperti mesin stensil manual, yaitu untuk menggandakan warkat dengan sheet stensil. Penggunaan mesin stensil listrik memiliki beberapa keuntungan (dibandingkan mesin tik manual) antara lain:
1)    Hasil penggandaan tampak lebih bagus
2)    Pengoperasian mesin lebih mudah
3)    Tinta yang digunakan lebih irit
4)    Tenaga yang diperlukan lebih ringan.



Secara garis besar (sampai saat ini) ditinjau dari penggunaan komponen dan cara kerja mesinnya, mesin stensil ada 3 macam, yaitu:
1)    Mesin stensil manual (komponen mekanis dan tenaga penggeraknya manual)
2)    Mesin stensil listrik (komponen mekanis dan tenaga penggeraknya tenaga listrik)
3)    Mesin stensil elektronik (komponen mekanis dan tenaga penggeraknya tenaga listrik serta dilengkapi dengan panel board yang bekerja secara otomatis dan system operasinya adalah system elektronis)

Mesin stensil listrik dengan system elektronik memiliki beberapa kelebihan (dibandingkan dengan mesin stensil listrik biasa) antara lain:
1)    Penggandaan dapat menggunakan kertas double folio atau double kuarto
2)    Dilengkapi dengan lampu-lampu penunjuk operator, hingga memudahkan dalam pengoperasiannya (merk Gestetner 4170)
3)    Panel board yang menyatu, hingga memudahkan operator
4)    Sheet stensil bekas pakai secara otomatis akan masuk ke dalam
5)    Memasang dan melepaskan sheet stensil secara otomatis, hingga tangan operator tidak kotor

3.    Mesin Offset
Offset adalah mesin cetak yang menggunakan master yang disebut plate dengan proses pemindahan huruf ke blanket.



Macam – macam mesin offset:
Dilihat dari bentuk dan kemampuannya, mesin offset dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
a.    Offset kecil
Mesin ini bentuknya kecil, dengan kemampuan mencetak maksimal pada kertas ukuran A3 (297 x 420 mm). Karena bentuknya kecil, sedikit lebih besar dari mesin stensil, sering disebut mini offset atau dekstop mini offset.
b.    Offset sedang
Mesin ini bentuknya lebih besar dan mampu menceak kertas ukuran double folio. Karena bentuknya agak besar, mesin ini diletakkan di lantai dan diberi alas meja (dekstop) seperti mini offset.
c.    Offset besar
Mesin ini bentuknya besar dan mampu mencetak pada kertas ukuran A1 (841 x 594 mm) dan A0 (1189 x 841 mm). Mesin ini umumnya terdapat di perusahaan percetakan yang cukup besar atau pada percetakan surat kabar.
Ciri – ciri mesin Offset:
Ada beberapa ciri mesin offset, antara lain adalah sebagai berikut:
a.    Digerakkan dengan tenaga listrik dengan komponen mekanis.
b.    Mencetak dengan master yang disebut paper plate, ada pula yang terbuat dari aluminium yang disebut zink plate. Kedua jenis plate ini ada yang berlubang (perforated) dan ada yang tidak berlubang (non perforated).
c.    Proses pencetakan dibantu dengan zat kimia yang disebut fixer serta air dengan cara pemindahan huruf pada blanket.
d.    Dapat mencetak pada kertas doorslag sampai dengan kertas karton berukuran A6 (105 x 108 mm sampai dengan A0)
e.    Dapat mencetak gambar atau foto dan berwarna.

4.    Duplikator typeset
Duplikator typeset adalah mesin cetak kecil yang menggunakan jenis letterpress. Proses pengetikan setting berjalan lambatlukan ketarmpilan tertentu, tetapi menghasilkan cetakan berkualitas tinggi. Typesetting memberikan hasil yang berkualitas tinggi dan memiliki berbagai macam pilihan huruf. Peralatan ini semakin menjadi bagian dari kantor yang terpadu.

Kita bisa membedakan 4 jenis typesetter, yaitu:
a)    Photo-mechanical phototypesetter
b)    Digital phototypesetter
c)    Laser digital phototypesetter
d)    Laser digital typesetter
5.    Mesin scanner
Stensil sit yang diproses dengan mesin scanner mula-mula diproses pada kertas biasa dan apabila diperlukan dapat diedit dengan foto, gambar, table atau grafik.

Setelah selesai di-lay out atau diedit dan penetapan selesai, maka dengan mesin scanner dan stensil sit scanner, copy master yang telah diproses di kertas tersebut dapat dipindahkan ke dalam stensil sit scanner dengan bantuan mesin scanner yang bekerja secara elektronik.

6.    Mesin cetak
Mesin cetak dalam atau dalam bahasa Belanda sering disebut dengan istilah “Gravure” mempunyai bagian-bagian utama yang berupa tempat acuan, penekan yang mengatur dengan bak tinta dan penghantar kertas.
Ada komponen-komponen utama utama dalam mesin cetak tersebut, sehingga berkembang mesin cetak, seperti:
a)    Mesin cetak tinggi
Merupakan mesin cetak yang mempunyai kemampuan tinggi di dalam menghasilkan kuantitas dan kualitas  hasil cetakan. Mesin ini lebih produktif sifatnya.
b)    Mesin cetak dalam
Merupakan mesin yang memiliki bahan acuan dan penyapu tinta.
c)    Mesin cetak saringan
Merupakan mesin yang memiliki prinsip kerja tinta mengalir pada acuan yang terbuat dari saringan berbingkai dan kemudian disapu oleh penyapu tinta sehingga pada saat itu menekan bahan cetakan atau kertas.
d)    Mesin cetak offset
Adalah system penekan mesin offset terdiri dari silinder tempat acuan, silinder tempat karet penghapus, silinder tekan pambawa kertas, dan peralatan pambasah yang berfungsi sebagai pambasah acuan sebelum terkena tinta.

7.    Mesin fotokopi
Menggandakan dokumen dengan mesin fotokopi sudah banyak dilakukan, baik di lingkungan kantor maupun perusahaan.
Naskah asli yang digandakan dengan fotokopi akan menghasilkan rekaman naskah yang baik kualitasnya dan mirip mendekati aslinya, tetapi berwarna hitam tulisannya. Oleh karena itu, banyak orang yang mempergunakan jasa fotokopi untuk menggandakan naskah, baik untuk keperluan pribadi, dinas, maupun kepentingan pendidikan (study). Salinan dapat dibuat pada kertas biasa atau kertas khusus, transparansi atau master duplikasi.

Menggandakan dengan mesin fotokopi pada prinsipnya tidaklah terlalu sulitdengan syarat sebelum mengoperasikan kita harus mempelajari terlebih dahulu petunjuk manual atau buku petunjuk penggunaan mesin tersebut.

Kita mengenal dua jenis mesin fotokopi yaitu mesin pengopi kertas berlapis dan mesin pengopi kertas biasa. Mesin pengopi kertas berlapis menggunakan toner basah atau kering dan lebiih mudah dioperasikan.
Mesin foto copy merupakan suatu alat penggandaan yang sangat praktis. Karena, mesin penggandaan jenis ini siap setiap saat bila diperlukan. Disamping itu, suatu dokumen atau warkat dapat dengan mudah digamdakan menjadi sejumlah yang diinginkan dalam waktu yang relatif singkat, sesuai dengan kebutuhan, tanpa merusak bahan aslinya. Dengan kata lain, fotocopy merupakan bagian dalam bidang penyalinan. Kegiatan penyalinan ini dapat dilakukan dengan cara pemotretan, melalui proses kimiawi, atau dengan menggunakan tenaga jasmani. Oleh karena itu, kegiatan penyalinan atau copying berbeda denagn kegiatan penggandaan atau duplikating. Penyalinan tidak membutuhkan lembaran induk dan dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.
Fotocopy berarti suatu proses penyalinan warkat dengan sistem pemotretan. Warkat yang akan disalin dibuat film negatif terlebih dahulu dengan cara pemotretan. Kemudian, film negatif dicetak dan hasil cetakan itu merupakan salinan yang sama seperti aslinya. Hasil salinan disebut fotocopy, sedangkan alat yang digunakan dalam proses penyalinan dengan sistem fotocopy disebut mesin fotocopy.
Mesin fotocopy merupakan mesin cetak yang mempunyai kemampuan yang sangat menakjubkan. Sebab, dalam mesin fotocopy, terdapat sistem zoom, sistem reduction,sistem fullsize, dan sistem dokumen feeder.
a.    Sistem zoom atau enlargement adalah sistem fotocopy yang dapat memperbesar hasil copy dari aslinya.
b.    Sistem reduction adalah sitem fotocopy yang dapat memperkecil hasil fotocopy dari aslinya.
c.    Sistem fullsize adalah sistem fotocopy yang hasil copynya sesuai atau sama dengan aslinya.
d.    Sistem automatic document feeder, yaitu sistem fotocopy yang dapat menyortir dan mengelompokkan dokumen hasil fotocopy dari dokumen yang berbeda berdasarkan nomor urut halaman.

8.    Alat pencetak (Printer)
Alat ini dapat beroperasi apabila dihubungkan dengan komputer. Alat pencetak (printer) menghasilkan cetakan yang lebih berkualitas dan terang sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan.
Ada beberapa jenis printer, antara lain:
a.    Matriks
Pencetak ini menubrukkan sekelompok titik kecil ke atas kertas sehingga bergabung membentuk karakter. Kualitasnya umumnya tidak terlalu baik, tetapi lazim digunakan. Pencetak matriks dengan kepadatan ganda (double density) menggunakan struktur bintik yang lebih halus sehingga menghasilkan karakter dengan kualitas yang lebih baik.
b.    Pancaran tinta dan laser
Keduanya adalah system yang mencetakkan tinta pada halaman tanpa mambentur kertas.
c.    LCD/citra elektronis
Alat ini pada dasarnya merupakan mesin fotokopi yang “menyalin” secara elektronis informasi yang tersimpan dan sering disebut “mesin fotokopi inteligen”. Mesin ini menggunakan sinar laser yang dikendalikan oleh pengolah data, dengan menempatkan citra karakter pada drum penyalin. Mesin ini baru, tetapi memiliki potensi besar karena mampu menghasilkan kualitas yang baik dengan kecepatan tinggi dan juga dapat mengopi bahan-bahan yang biasa.
d.    Pengumpan pencetak
Pengumpan tunggal, gravitasi atau geser baik untuk aplikasi pengolah kata untuk surat tunggal, tetapi agak lambat untuk penggunaan dalam jumlah besar. Untuk pengumpan lebar-ganda diperlukan:
a.    Pengumpan traktor
Pengumpan traktor memiliki kertas yang terlipat seperti kipas dengan lubang pada kedua sisinya yang menyangkut pada mekanisme gigi roda untuk memegang kertas sementara kertas itu bergerak melewati pencetak. Lembaran tersebut dapat dirobek pada garis lipatannya setelah pencetakan. Ini pada dasarnya lebih murah dan dapat diandalkan, tetapi memerlukan kertas khusus.
b.    Pengumpan lembaran
Pengumpan lembaran adalah wadah bertutup yang menyimpan ratusan atau lebih lembaran kertas atau amplop dan mengumpan lembaran tersebut satu demi satu ke dalam pencetak. Alat ini lebih mahal, tetapi lebih tidak merepotkan dibandingkan pengumpan traktor.

9.    Priport Atau Risograph
    Priport merupakan suatu istilah produk Ricoh, sedangkan risograph istilah produk gestetner untuk satu jenis mesin pengganda yang sama.
    Priport atau riograph adalah mesin pembuat copy (copier) untuk jumlah besar dengan menggunakan master. Bentuk dan cara kerjanya seperti mesin fotocopy biasa.

Priport atau risograph memiliki keunggulan, diantaranya:
•    Berkemampuan sampai 120 lembar permenit.
•    Dapat mengcopy dengan menggunakan kertas tipis (46 gram)hingga kertas tebal (120 gram) dengan menggunakan master khusus yang dibuat pada mesin itu juga secar elektronik.
•    Dapat memperbesar atau memperkecil, menggabungkan dua original dan tintanya dapat diganti warna menurut selera (biru, hitam, coklat, merah atau hijau)
•    Efisien untuk mengganda dokumen dalam jumlah besar dan tenaga listrik yang diperlukan kurang dari 500 watt.

10.    Thermocopier
Thermocopier disebut juga thermofax atau transparancy maker. Thermocopier berguna untuk:
1.)    Membuat master spirit duplikator menggunakan thermo master unit atau super thermo master unit film.
2.)    Membuat transparancy film untuk OHP menggunakan infrared transparancy film
3.)    Melaminasi dokumen dengan menggunkan laminating film.

Macam – macam dan ciri – ciri thermocopier:
Menurut bentuknya, thermocopier dapat dibedakan menjadi dua yaitu : thermocopier bentuk duduk dan thermocopier bentuk berdiri. Adapun ciri – ciri thermocopier, sebagai berikut:
a.    Digerakkan dengan tenaga listrik
b.    Bekerja dengan penyinaran suhu tinggi
c.    Menggunakan master thermal khusus
d.    Mengcopy ukuran A4 (210 x 297 mm)

B.    Bagian-Bagian Alat/Mesin
a.    Mesin Stensil Manual
Komponen – komponen mesin stensil yaitu sebagai berikut :
a.    Baki kertas, gunanya untuk menyimpan kertas yang akan diputar. Bagian – bagian yang terdapat pada baki kertas terdiri atas :
1.)    Ukuran kertasatau skala, berfungsi untuk mengukur posisi kertas stensil yang akan diputar.
2.)    Pengepres kertas yang berada di sebelah kiri dan kanan baki kertas, berfungsi untuk mengatur agar posisi kertas yang ada pada baki kertas tidak mudah bergeser ke kiri dan ke kanan.
3.)    Kunci pengepres kertas, berfungsi untuk mengepres kertas dengan cara menarik ke atas apabila kunci ini mau dibuka untuk mengatur posisi kertas.
b.    Rol pendorong kertas, letaknya di dalam dan berfungsi untuk menekan kertas yang ada di baki kertas mendorong kertas masuk ke dalam rol atau gulungan mesin stensil.
c.    Rol atau silinder atau gulungan stensil, yang terdiri atas:
1.)    Gulungan besar yang berada disebelah dalam.
2.)    Gulungan kecil yang berada di bawah gulungan besar.
3.)    Gulungan pembantu yang berfungsi untuk mengeluarkan kertas yang telah di cetak ke dalam baki penadah.
d.    Pembungkus silinder atau pembungkus gulungan, yang membungkus gulungan besar dan gulungan kecil.
e.    Kunci penyetel, yang berfungsi untuk mengatur berapa jumlah salinan yang akan dihasilkan atau yang akan dibutuhkan.
f.    Baki penadah kertas, berfungsi untuk menampung hasil dari penyetensilan. Bagian – bagian yang terdapat pada baki penadah yaitu:
1.)    Kunci pengatur lebar kertas
2.)    Kunci pengatur panjang kertas
g.    Kunci dengan tanda ON, fungsinya untuk memulai penyetensilan dengan cara mnekan tombol ON.
Kunci dengan tanda OFF, berfungsi untuk menghentikan penyetensilan dengan cara menekan tombol OFF.
Kunci dengan tanda yang terdapat pada satu tuts, yang berfungsi untuk:
•    Membangunkan lidah mesin stensil apabila akan meratakan ujung kertas yang terletak disebelah dalam (caranya dengan ditekan).
•    Menidurkan kembali lidah mesin stensil (caranya dengan ditekan).
h.    Lidah mesin stenil, berfungsi untuk meratakan ujung kertas yang ada di bagian dalam mesin stensil.
i.    Engkol, berfungsi untuk menggerakkan mesin stensil dengan cara menarik atau mendorong engkol searah jarum jam atau ke arah depan.
b.    Mesin Stensil Listrik
Pada mesin stensil listrik dengan system elektronik (khususnya merk Gestetner 4170 dan 4130), komponen-komponennya terdiri dari:
a.    Mesin
1)      Rol penekan (press roll)
        Berfungsi untuk menempelkan kertas pada sheet, hingga didapat hasil gandaan.
2)      Rol tinta (ink roll)
        Berfungsi untuk meratakan tinta pada permukaan layar tinta (ink screen)
3)      Layar tinta (ink screen)
        Berfungsi untuk meletakkan sheet stensil, menyaring dan sekaligus meratakan tinta
4)      Plat baja (steel band)
        Berfungsi untuk mengaitkan penyaring tinta
b.    Kerangka mesin
5)    Penutup atas (top cover)
        Berfungsi untuk menutup sheet stensil sesudah dipasang
6)    Tempat tinta (ink room)
    Dilengkapi dengan tube tinta yang letaknya melintang
7)    Engkol (handle)
    Berfungsi untuk menggandakan secara manual
8)    Tombol on-off (on-off switch)
    Berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan mesin
9)    Rol penarik kertas
    Berfungsi untuk menarik kertas dari papan kertas
10)    Pengatur posisi cetakan (copy positioning)
    Berfungsi untuk mengatur tinggi rendahnya hasil cetakan
11)    Pengatur tekanan cetakan
    Berfungsi untuk mengatur tekanan sesuai dengan berat ringannya jenis kertas yang digunakan (kertas ringan 55-76 gr, normal 77-99 gr, diatas 100 gr)
c.    Penutup mesin
12)        Papan kertas (paper board)
Berfungsi untuk menempatkan kertas yang akan digandakan dan sebagai penutup mesin bagian belakang
13)       Papan penerima (receving board)
Berfungsi untuk menampung hasil gandaan dan sebagai penutup mesin bagian depan
d.    Papan tombol (panel board)
14)       Tombol start dan stop
Berfungsi untuk memulai dan menghentikan penggandaan
15)       Penghitung (counter)
Berfungsi untuk mengatur banyaknya hasil gandaan
16)       Penyetop pemasukan kertas
Berfungsi untuk menghentikan rol penarik kertas, sehingga penasukan kertas terhenti
17)       Pengatur pemasukan kertas
Berfungsi untuk mengaktifkan rol penarik kertas, hingga kertas satu per satu kan masuk
18)       Pengatur kecepatan cetakan
Berfungsi untuk menambah kecepatan (tombol (+)) dan untuk mengurangi kecepatan (tombol (-)).
19)       Pengatur penyalur tinta
Berfungsi untuk penyaluran tinta ke tiap bagian (sisi dan tangah)
20)       Pengatur pengeluaran tinta
Berfungsi untuk mengatur pengeluaran tinta
21)      Tombol pemberi tinta
Berfungsi untuk mengeluarkan tinta (tombol digeser ke kanan

c.    Mesin Scanner
    Mesin scanner adalah sejenis mesin pengganda yang dapat menyalin ulang kembali berbagai proses, kondisi, atau keadaan fisik melalui pembuatan master sheetdenagn merekam. Mesin scanner ini seperti mesin foto copy, yang dapat menyalin, tetapi hasil dari copynya bukan dibawah melainkan disamping dokumen aslinya.
    Terdapat berbagai macam model atau type mesin scanner, tetapi bagian – bagian atau komponen – komponennya sama, hanya kode dan susunannya yang berbeda. Di bawah ini merupakan bagian – bagian mesin scanner dengan merek GESTETNER type 455.
1.)    Rol pemasang sheet
2.)    Rol pemasang warkat yang akan disalin
3.)    Jarum scanner atau jarum percikan api
4.)    Tempat memasang jarum
5.)    Tombol untuk menghidupkan mesin (ON)
6.)    Tombol untuk mematikankan mesin (OFF)
7.)    Tombol pengatur panasnya sinar
8.)    Tombol pengatur ketajaman hasil tulisan, yang terdiri atas enam angka, yaitu 0-5. Bila diputar ke angka yang lebih besar (menuju 5) maka tulisan akan semakin kabur. Sedangkan bila digeser ke angka yang lebih kecil (menuju 1) maka tulisan akan semakin jelas.
9.)    Tombol pengatur rol pemutar warkat, yang terdiri atas tiga angka, yaitu 600, 400, dan 200.
•    Apabila diputar ke angka 600, rol berputar secara lambat
•    Apabila diputar ke angka 400, rol berputar secara sedang
•    Apabila diputar ke angka 200, rol berputar secara cepat
d.    Mesin Fotokopi
Seperti halnya mesin- mesin kantor lainnya, mesin fotocopy terdapat berbagai macam merk, type dan model. Berbagai merk mesin fotocopy antara lain, SELEX, XEROX, RICOH, SHRAP, U-BIX, MINOLTA, THOSIBA, dan sebagainya.
Dibawah ini kita pergunakan mesin fotocopy merk MINOLTA type EP 300-RE, dengan bagian – bagian mesinnya adalah sebagai berikut:
a.    Baki kertas, gunanya untuk menaruh kertas fotocopy.
b.    Baki penadah, gunanya untuk menampung hasil fotocopy.
c.    Tombol ON dan OFF gunanya untuk menghidupkan dan mematikan mesin.
d.    Tombol start, gunanya untuk menjalankan mesin apabila sudah siap beroperasi.
e.    Tombol untuk memperbesar (enlargement)
f.    Tombol untuk memperkecil salinan (reduction).
g.    Tombol untuk membuat salinan biasa (fullsize).
h.    Tombol untuk menentukan jumlah salinan.
i.    Tombol isyarat terdiri atas :
1.)    Paper out, untuk memberitahu bahwa kertas sudah habis maka tombol ini akan menyala.
2.)    Tones out, untuk memberitahu bahwa tinta habis, tombol ini akan menyala.
3.)    Exess useste tones, untuk memberitahu bahwa terjadi kerusakan mesin.
j.    Tombol open, untuk membuka mesin apabila di dalam mesin terdapat kerusakan yang perlu diperbaiki.
k.    Tabung tinta, untuk menaruh tinta.
l.    Kunci kertas berfungsi untuk
1.)    Menjepit kertas bila ditarik ke atas.
2.)    Menetralkan kertas bila ditarik ke bawah.
m.    Tabung olie, untuk menempatkan olie mesin.
n.    Tombol Exposiure Control Leuer, untuk mengatur ketajaman tinta (hitam, putih).
o.    Copy Number indicator, yaitu indikator (tombol) yang menunjukkan jumlah pengopian.
p.    Clear key, berfungsi untuk membersihkan input key (number indicator)
q.    Input key strip, tombol untuk memasukkan number atau jumlah yang akan di copy.
r.    Copy stop key, tombol untuk menghentikan pengkopian.
s.    Copy start key, tombol untuk memulai pengkopian.
t.    Interapt key, tombol untuk menghentikan fotocopy yang sifatnya sementara (interupsi)
u.    Ready indicator, lampu (tombol) yang menunjukkan kesiapan dari mesin fotocopy untuk dioperasikan.
e.    Mesin Thermocopier
Pada mesin thermocopier, terdapat bagian – bagian sebagai berikut:
a.    Tempat pamasukan berupa lubang yang berfungsi sebagai tempat memasukkan master thermal unit beserta original. Melalui lubang ini, master thermal unit beserta original secara otomatis lewat tempat pemasukan penyinaran (exposure opening) bila mesin dihidupkan (ON)
b.    Tutup rol penyinaran, berfungsi untuk menutup roll penyinaran dan mudah dibuka untuk membersihkan glass roller tersebut.
c.    Tombol ON-OFF, berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan mesin.
d.    Tombol pengatur kecepatan, berupa tombol yang dapat diputar dilengkapi dengan jarum untuk menunjukkan angka yang dikehendaki. Bila jarum diputar menunjukkan angka rendah, berarti mengcopy dengan lambat untuk membuat master spirit duplikator. Jika jarum menunjukkan tengah – tengah, berarti mengcopy dengan kecepatan sedang untuk membuat transparasi. Jika jarum menunjukkan angka tinggi, berarti mengcopy dengan kecepatan tinggi untuk melaminasi.
e.    Tempat pengeluaran, berupa lubang dibagian belakang (rex rotary) atau dibagian depan bawah (3M) sebagai tempat keluarnya hasil copyan (master unit dan original)
f.    Roll kaca dan lampu, terdapat di bagian dalam yang berfungsi untuk menarik kertas dan proses penyinaran.

f.    Mesin Offset
Di bawah ini akan dijelaskan bagian – bagian mesin cetak offset sedang, merk Rex Rotary, type 1602S.
1.)    Sakelar listrik (power switch)
Sakelar ini berupa tombol dengan tanda ON/OFF dilengkapi dengan lampu yang menyala jika ditekan (ON) yang menunjukkan ada hubungan dengan aliran listrik.
2.)    Tuas start (start lever)
Tuas start bertangkai merah, dipergunakan untuk memulai menjalankan mesin dan menghentikannya sekalian untuk menjalankan alat fixing guna memberikan fixer pada offset master kertas. Tuas ini dilengkapi dengan tanda – tanda :
•    R = Run
•    S = Start
•    SFF = Start and Fixing
3.)    Pengatur sentral (central control)
Pengatur sentral berada di bagian samping mesin, berguna untuk mengendalikan mesin pada tiap – tiap langkah pencetakan yang diperlukan dengan jalan menggeser ke tanda tertentu.
Pengatur sentral dilengkapi dengan tanda – tanda:
•    A : Dampening (pembersihan rol - rol)
•    B : Inking (penintaan)
•    C : Image transfer (pemindahan tulisan ke blanket (rubber blanket)
•    D : Paper feed
•    E : Netral
•    F : Blanket cleaning
4.)    Roda tangan (hand wheel)
Roda tangan berada di bagian samping berupa roda besar. Komponen ini dipergunakan untuk :
a.    Memasang master (plate)
b.    Mengatur rol – rol penarik kertas (pull ost rollers)
c.    Mengatur roda penata kertas (guide wheels)
d.    Mengatur posisi kertas sesuai dengan pembatas tepi pada papan penerima (receiving tray)
5.)    Penjepit master (master rall)
Penjepit master berfungsi untuk memegang master atau plate, baik yang berlubang maupun tanpa lubang. Penjepit ini dilengkapi dengan sekrup penyetel untuk meluruskan plate yang posisinya sengaja dibuat tidak lurus.
6.)    Tuas penjepit master (master rall lever)
Tuas penjepit master berupa tuas lengkung yang terbuat dari karet. Untuk memasang plate yang berlubang maka tuas ini digeser dalam posisi tegak, sedangkan untuk memasang plate tanpa lubang maka tuas ini digeser pada posisi datar.
7.)    Penata pemasukan master (master insertion guide)
Komponen ini berfungsi untuk memasukkan master atau plate yang tidak berlubang pada penjepit master.
8.)    Sakelar pelepas master (master ejection switch)
Sakelar ini tombol tekan bertanda garis lengkung dan garis penuh yang dilengkapi dengan lampu yang menyala kalau sedang ON.
Lampu menyala menunjukkan bahwa saat ini mesin sedang bekerja menggunakan master tidak berlubang. Setelah mencetak dengan jumlah yang telah ditentukan, master akan terlepas secara otomatis sebelum rubber blanket dibersihkan.
9.)    Unit pemasukan kertas (feet unit)
Mesin offset ini menggunakan sistem pemasukan kertas droug (friction) yang dilengkapi dengan roda kecil untuk menarik kertas. Tetapi ada juga mesin offset lain yang menggunakan sistem tiup sedot untuk memasukkan kertas yang akan dicetak.
10.    Tuas pemasukan pembantu (auxiliary feed lever)
Tuas ini berfungsi untuk memasukkan kertas dengan tangan pada waktu menyetel baki penampung kertas atau memasukkan kertas tambahan serta untuk mencetak percobaan.
11.    Tuas untuk menurunkan baki kertas (paper tray lowering lever)
Tuas ini terletak dibagian samping bawah tuas pemasukan pembantu (10). Bila ditekan, tuas ini akan menurunkan baki kertas ke posisi terbawah.
12.    Penata kertas kiri dan kanan (feed tray left hand and righthand fences)
Kedua penata kertas atau pembatas kertas ini dapat digeser ke kanan dan ke kiri. Namun terlebih dahulu harus mengendorkan sekrup pengunci masing – masing. Dengan penggeseran ini, posisi cetakan dapat diubah, baik ke kanan maupun ke kiri.untuk menentukan banyaknya penggeseran, pada baki pemasukan kertas terdapat skala yang sama dengan skala yang ada pada tutup plastik atas.
13.    Pembatas kertas belakang pada baki kertas (feet tray back fence)
Bagian ini dapat digeser ke kanan atau ke belakang menurut panjang kertas sesuai dengan kebutuhan. Pembatas belakang juga berfungsi sebagai tiang pemberat.
14.    Pemberat kertas (paper weight)
Pemberat kertas bagian bawah dilengkapi dengan karet yang mudah diganti. Pemberat kertas ini berfungsi untuk mengatur pemisahan.
15.    Penyetel batas tepi cetakan (side margin adjuster)
Dengan menggeser penyetel ini baki pemasukan kertas dengan tumpukan kertasnya dapat digerakkan ke tepi untuk mengatur posisi cetakan yang tepat. Penggeseran baki kertas ke kanan maupun ke kiri paling banyak 12 mm.
16.    Penyetel tingginya cetakan (height adjuster)
Komponen ini berfungsi untuk mengatur tinggi rendahnya cetakan. Perubahan dari posisi teratas sampai posisi terbawah berjarak 108 mm. Tombol penyetel ini dilengkapi dengan angka teratas 70 dan angka terbawah 38 sampai dengan 0 (70...0...38) yang menunjukkan perubahan dalam milimeter.


17.    Alat penghitung (counter)
Alat penghitung hasil cetakan terdiri atas 4 digit, yang dapat menghitung sampai 9999 lembar. Alat penghitung akan menghentikan pemasukan kertas secara otomatis bila cetakan yang diperlukan sudah tercapai.
18.    Penyetel ulang (reset lever)
Penyetel ulang berfungsi untuk mengembalikan alat penghitung pada nomor yang sama seperti yang disetel semula.
19.    Tuas pengunci alat penghitung (counter lock lever)
Tuas pengunci alat penghitung letaknya bersebelahan dengan tuas penyetel ulang. Tuas ini berfungsi untuk mengunci alat penghitung pada nomor yang hendak distel dan hanya dipergunakan jika menyetel dengan penghitung jumlah cetakan berlainan.
20.    Penutup atas (cover up)
Penutup ini terdiri atas tiga buah yang masing – masing dihubungkan dengan sakelar. Bila salah satu tutup terbuka, maka mesin akan mati. Maksudnya untuk menjamin silinder agar selalu terlindung pada waktu mesin berjalan. Untuk melanjutkan mesin kembali, maka semua penutup harus tertutup dan tuas start pada posisi OFF, kemudian mesin dijalankan dengan cara normal.
21.    Tuas pemutar roll tinta (ink fount foll lever)
Tuas ini dipergunakan untuk memutar roll tinta secara cepat dengan tangan pada waktu memasukkan tinta ke dalam kotak tinta (ink trough).
22.    Pengatur penjatahan tinta (ink quantity control)
Komponen ini dipergunakan untuk mengatur banyaknya tinta yang hendak diberikan padamaster atau plate. Pengatur penjatahan tinta dilengkapi dengan skala berwarna hitam. Bila ditarik keluar, berarti untuk menambah tinta, begitu sebaliknya.
23.    Pengatur penjatahan air (fountain quantity control)
Pengatur penjatahan air letaknya berdampingan dengan pengatur penjatahan tinta dan dilengkapi dengan skala berwarna hijau. Alat ini berfungsi untuk mengatur banyaknya air yang akan dipindahkan pada plate. Bila ditarik keluar, berarti untuk menambahkan air, begitu pula sebaliknya.
24.    Sekrup – sekrup pelat perataan tinta (ink doctor blade adjusting screws)


25.    Tuas penintaan (inking lever)
Dengan ditekan tuas ini akan berfungsi untuk memberikan tinta pada waktu menyiapkan mesin.
26.    Pengatur kecepatan (speed control)
Tombol ini bila diputar ke kanan akan menambah kecepatan cetak, begitu pula sebaliknya. Kecepatan normal ± 3600 lembar perjam dapat ditingkatkan menjadi 7.200 lembar.
27.    Pembatas belakang pada baki penampang (receiving tray back fence)
Pembatas ini berfungsi untuk menahan hasil cetakan supaya jatuh tertampung pada baki penampung dan dapat diatur sesuai dengan panjang kertas.
28.    Pembatas muka pada baki penampung (receiving tray front fence)
Pembatas ini berfungsi untuk menahan atau membatasi hasil cetakan pada bagian depan baki penampung. Pembatas depan ini dapat dilepas untuk mempermudah membersihkan silinder penekan (impression cylinder)
29.    Pembatas tepi kiri baki penampung dan pembatas kanan baki penampung (receiving tray left side guide and receiving tray right side guide)
Pembatas ini berfungsi sebagai pembatas tepi hasil cetak pada baki penampung. Dapat digeser ke kanan dan ke kiri sesuai dengan keperluan setelah terlebih daulu tuas yang berada di tepi masing – masing pembatas tepi ditekan.




C.    Spesifikasi Alat/Mesin yang dibutuhkan dalam Penggandaan Dokumen

Suatu ide atau informasi yang telah dihimpun dalam suatu tata aturan penulisan sehingga menjadi suatu naskah atau dokumen biasanya berwujud tulisan atau bentuk rekaman.
Untuk menyebarluaskan dokumen tertulis yang hanya akan disebarkan untuk beberapa orang saja, kita cukup membuat proses warkat tersebut dengan cara mengetik dengan rekaman karbon dan kita mengenalnya dengan istilah tembusan atau copy. Cara ini hanya memberikan salinan dalam jumlah sedikit. Bila salinan diperlukan dalam jumlah besar, maka digunakan proses pendiplikasian atau pengopian atau penggandaan.
Di zaman sekarang ini, perkantoran lebih terbantu dengan adanya komputer. Dengan memakai komputer, suatu kesalahan sangat mudah untuk dikoreksi. Dengan demikian, hasil cetaknya lebih bersih, rapid an dia mampu mensetak sama dengan jumlah yang banyak,
Pekerjaan perkantoran dizaman sekarang lebih efektif dan efisien karena terbantu dengan adanya alat – alat perkantoran antara lain komputer, foto copy, scanner, mesin cetak, duplicator offset – litho printer, OHP.
Penduplikasian atau penggandaan berfungsi untuk menghasilkan surat edaran, daftar harga, laporan, formulir kantor dan sebagainya.

D.    Alat Penggandaan Dokumen yang sesuai Kebutuhan

a.    Dalam memilih peralatan pengganda dokumen, kita perlu memerhatikan beberapa hal berikut ini, antara lain :
1)    Jumlah penggandaan atau penggandaan yang diperlukan.
Proses yang berbeda menghasilkan jumlah salinan yang berbeda pula. Asalkan kebutuhan normal terpenuhi, jumlah yang sangat besar dapat dikerjakan dengan menyiapkan dua masker atau lebih.
2)    Jenis dan kualitas kertas yang digunakan.
Beberapa proses memerlukan jenis kertas tertentu. Hal ini perlu dipertimbangkan dalam hubungannya dengan tujuan pembuatan salinan. Bila formulir kantor akan digandakan, kertas yang digunakan perlu dipertimbangkan harus cocok untuk pengetikan atau tulisan tangan.
3)    Perlu tidaknya penduplikasian warna
Perlu juga dipertimbangkan karena warna kadang diperlukan. Misalnya untuk katalog, bagan, gambar, atau sketsa yang diduplikasi.
4)    Mesin digunakan untuk pemakaian yang intensif atau yang luar biasa.
Bila volume penggandaan begitu besar memerlukan mesin yang akan digunakan sepanjang hari, maka pilihlah mesin yang berkonstruksi kokoh dan mempunyai penggerak listrik yang hemat energi.

b. Ada beberapa alat yang digunakan dalam penggandaan dokumen atau surat sebagai berikut:
1.  Penggandaan dokumen dengan menggunakan duplicator hektografik  dengan alkohol. Mesin ini cocok untuk menggandakan dokumen berjumlah 10 keatas.
2. Penggandaan dokumen dengan duplikator stensil.
Mesin ini menghasilkan lembaran dalam jumlah banyak dengan menggunakan alat bantu kertas master yang disebut dengan stensil atau sit stensil. Mesin ini mampu menghasilkan 100 keatas.
3.  Penggandaan dokumen dengan Duplicator Offset Litho
Dapat memproduksi ketikan tulisan tangan, gambar atau foto.
4. Penggandaan dokumen dengan Duplikator Typeset
Mesin cetak kecil yang menggunakan jenis letterpies. Menghasilkan cetakan berkualitas.
5. Penggandaan dokumen dengan Mesin Scanner
Stensil sit yang diproses dengan mesin Scanner mula – mula diproses dengan kertas biasa lalu dieditdengan foto, gambar, table  atau grafik dengan bantuan mesin scanner yang bekerja secara   elektronik.
6. Penggandaan dokumen dengan Mesin Fotocopy
Menggandakan dokumen dengan fotocopy akan menghasilkan  rekaman naskah yang mirip mendekati aslinya tetapi tulisannya  bewarna hitam.
7.  Penggandaan dokumen dengan Alat pencetak (Printer)
Alat ini harus dihubungkan dengan komputer untuk pengetikan dan hasilnya digandakan melalui printer.
8. Penggandaan dokumen dengan LCD atau Citra Elektronis
Alat ini untuk menjalin dokumen secara elektronis informasi yang disimpan. mesin ini menggunakan lasser yang dikendalikan oleh pengelola kata.

KKPI



A.  Konsep Dasar Komputer

1.   Pengertian Komputer
Computer/Pc Dalam bahasa inggris disebut to compute yang berarti orang yang sedang menghitung, sedangkan dalam bahasa latin disebut dengan computare yang berarti menghitung. Komputer seperti yang telah kita ketahui merupakan sebuah alat elektronik yang mampu memiliki banyak fungsi dan mampu melakukan banyak tugas. Sebelumnya pada masa Perang Dunia ke-2 komputer adalah suatu mesin mekanis yang berfungsi untuk melakukan perhitungan operasi aritmatika. Selain itu komputer dapat didefinisikan sebagai sekumpulan alat elektronik yang saling terkoordinasi satu sama lain sehingga dapat menerima data, kemudian mengolah data, dan pada akhirnya akan menghasilkan suatu keluaran yang berupa informasi (Input > Proses > Output).
2.   Sejarah jaringan Komputer
a.       Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Harvard University yang dipimpin profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan dengan kaidah antrian. Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal (lihat Gambar 1) Untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), maka untuk pertama kali bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.  Memasuki tahun 1970-an, setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Seperti pada Gambar 2, dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dala proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat. Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringannya sudah mulai beragam dari mulai menangani proses bersama maupun komunikasi antar komputer (Peer to Peer System) saja tanpa melalui komputer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAN. Demikian pula ketika Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan dan terbentuklah jaringan raksasa WAN.
JENIS JARINGAN KOMPUTER
Secara umum jaringan komputer dibagi atas lima jenis, yaitu;
1. Local Area Network (LAN)
Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (misalnya printer) dan saling bertukar informasi.
2. Metropolitan Area Network (MAN)
Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.
3. Wide Area Network (WAN)
Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai.
4. Internet
Sebenarnya terdapat banyak jaringan didunia ini, seringkali menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda. Orang yang terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain yang terhubung ke jaringan lainnya. Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan yang seringkali tidak kampatibel dan berbeda. Biasanya untuk melakukan hal ini diperlukan sebuah mesin yang disebut gateway guna melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan yang diperlukan, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan internet.
5. Jaringan Tanpa Kabel
Jaringan tanpa kabel merupakan suatu solusi terhadap komunikasi yang tidak bisa dilakukan dengan jaringan yang menggunakan kabel. Misalnya orang yang ingin mendapat informasi atau melakukan komunikasi walaupun sedang berada diatas mobil atau pesawat terbang, maka mutlak jaringan tanpa kabel diperlukan karena koneksi kabel tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat. Saat ini jaringan tanpa kabel sudah marak digunakan dengan memanfaatkan jasa satelit dan mampu memberikan kecepatan akses yang lebih cepat dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan kabel.
 
MODEL REFERNSI OSI DAN STANDARISASI
 Untuk menyelenggarakan komunikasi berbagai macam vendor komputer diperlukan sebuah aturan baku yang standar dan disetejui berbagai fihak. Seperti halnya dua orang yang berlainan bangsa, maka untuk berkomunikasi memerlukan penerjemah/interpreter atau satu bahasa yang dimengerti kedua belah fihak. Dalam dunia komputer dan telekomunikasi interpreter identik dengan protokol. Untuk itu maka badan dunia yang menangani masalah standarisasi ISO (International Standardization Organization) membuat aturan baku yang dikenal dengan nama model referensi OSI (Open System Interconnection). Dengan demikian diharapkan semua vendor perangkat telekomunikasi haruslah berpedoman dengan model referensi ini dalam mengembangkan protokolnya. Model referensi OSI terdiri dari 7 lapisan, mulai dari lapisan fisik sampai dengan aplikasi. Model referensi ini tidak hanya berguna untuk produk-produk LAN saja, tetapi dalam membangung jaringan Internet sekalipun sangat diperlukan.

3.  Macam Macam Jaringan
Macam macam jaringan komputer yang dikenal pada dunia networking, jaringan bertugas menghubungkan perangkat yang satu dengan perangkat yang lainnya. Dalam dunia networking jenis berbagai jaringan komputer terus mengalami peningkatan sesuai dengan perkembangan dan penggunaannya.
Jenis Jenis Jaringan Komputer
Secara umum ada beberapa jenis jaringan komputer yang kita kenal, secara umum berbagai jenis jaringan ini memiliki fungsi dan penerapan yang berbeda. Berikut adalah beberapa jenis jaringan komputer yang ada di dunia networking.
·                      LAN, Local Area Network
·                      WAN, Wide Area Network
·                      MAN, Metropolitan Area Network
·                      SAN, bisa di artikan Storage Area Network, System Area Network, atau Server Area Network.
·                      WLAN, Wireless Local Area Network
·                      CAN, Campus Area Network, Controller Area Network, kadang bisa disebut Cluster Area Network
·                      DAN, Desk Area Network
·                      PAN, Personal Area Network
WAN dan LAN merupakan jenis jaringan komputer yang pertama, sedangkan jenis yang lain merupakan pengembangan konsep dan teknologi jaringan yang ada.

Penjelasan Macam Macam Jaringan Komputer

Dari berbagai macam tipe jaringan komputer tersebut, selanjutnya kita akan membahas secara detil fungsi dan perannya dalam jaringan.
LAN – Local Area Network
LAN menghubungkan perangkat jaringan pada jarak yang relatif pendek. Contohnya adalah jaringan kantor, sekolah, rumah, dan mungkin bangunan kecil. Selain beroperasi di ruangan yang terbatas, LAN juga dikelola secara mandiri oleh orang atau organisasi yang memanfaatkanya. LAN menggunakan Teknologi seperti Ethernet dan Token Ring, istilah yang paling populer adalah kabel LAN, yang digunakan untuk mengkoneksikan perangkat dalam jaringan tersebut.
WAN – Wide Area Network
WAN menghubungkan perangkat dalam jangkauan yang luas dan jauh, salah satu contohnya adalah Internet. WAN merupakan kumpulan dari LAN, fungsi router memudahkan koneksi LAN ke WAN. Konsep IP baik LAN maupun WAN di atur oleh router ini.
MAN - Metropolitan Area Network
Jaringan yang mencakup wilayah geografis yang lebih besar dari LAN tetapi lebih kecil dari WAN, seperti sebuah desa dan kota. MAN biasanya dimiliki dan dioperasikan oleh suatu organisasi dan oleh entitas tunggal seperti badan pemerintah atau perusahaan besar.
SAN -Storage Area Network
Jaringan yang menghubungkan atau mengkoneksikan server dengan perangkat penyimpanan data.
WLAN -Wireless Local Area Network
LAN yang dihubungkan dengan memanfaatkan Wifi atau tanpa kabel, teknologi modem memungkinkan konsep ini.
CAN – Campus Area Network
Sebuah jaringan yang mencakup beberapa LAN tetapi lebih kecil dari MAN, seperti pada universitas atau kampus serta restoran dan bisnis minimarket.